Jika anda seorang penyelam, maka anada harus sesegera mungkin mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar).Namun, jika anda menyelam hingga kedalaman 60 meter, airnya menjadi air asin. Lalu anda dapat emlihat sebuah sungai di dasarnya. Lengkap dengan pohon dan daun-daunan. Namun, tentu saja itu bukan sungai yang biasa. Itu adalah lapisan hidrogen sulfida. Namun, nampak seperti sungai. I think, that's miracle.
Maha Suci Allah yang telah menciptakan segala yang ada di alam semesta ini.
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda - tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhan-Mu tidak cukup bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
Jika anda termasuk orang yang gemar emnonton rancangan program TV "Discovery" pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau. Ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Prancis. Orang tua yang telah berambut putih ini seumur hidupnya telah menyelam ke berbagai dasar samudra di seantereo dunia dan telah membuat film dokumentasi tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan explorasi di sebuah dasar laut, tiba - tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak tercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Seolah - olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena yang ganjil itu membuat Mr. Costeau merasa sangat penasaran. Dan mendorongnya untuk mencari sebab terpisahnya antara air tawar dan air asin. Akan tetapi, ia berfikir bahwa itu hanyalah halusinansinya atau khayalan sewaktu menyelam. Waktupun terus berlalu setelah kejadian tersebut. Namun, ia tak kunjung mendapat jawaban yang memuaskan tentang fenomena alam yang sangat ganjil itu.
Sampai pada suatu hari, ia bertemu dengan seorang profesor Muslim. Kemudian ia pun menceritakan tentang fenomena ganjil itu.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut.Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya darisurat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam
Akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam
Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
